Anggota Muda dibagi menjadi empat golongan berdasarkan kelompok usia, yaitu SGTD (Siaga, Galang, Tegak, Dega):
Golongan Siaga
Usia 4-6 tahun (Pra-Siaga)
Usia 7-10 tahun
Golongan Penggalang
Usia 11-15 tahun
Golongan Penegak
Usia 16-20 tahun
Golongan Pandega
Usia 21-25 tahun
Kiasan Dasar adalah ungkapan yang digunakan secara simbolik dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan, dan merupakan salah satu metode untuk mengembangkan imajinasi, mendorong kreativitas dan keikutsertaannya dalam setiap kegiatan.
Golongan Siaga (Mula, Bantu, Tata)
Nama Siaga diambil dari kiasan dasar yang bersumber pada romantika perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda yaitu masa “mensiagakan” rakyat yang merupakan awal dimulainya perjuangan baru yaitu tanggal 20 Mei 1908.
– Mula (Siaga Tingkat 1)
Siaga Mula mengkiaskan tingkatan kecakapan mula-mula (awal) yang dimiliki Siaga.
– Bantu (Siaga Tingkat 2)
Siaga Bantu mengkiaskan tingkatan kecakapan siaga yang dapat membantu pekerjaan-pekerjaan tertentu.
– Tata (Siaga Tingkat 3)
Siaga Tata mengkiaskan tingkat kecakapan Siaga sudah diikutsertakan untuk menata karya kesiagaan. Menata karya artinya menyusun dan mengatur pekerjaan dengan rapih dan bersih.
Golongan Penggalang (Ramu, Rakit, Terap)
Nama Penggalang diambil dari kiasan dasar yang bersumber pada romantika perjuangan bangsa Indonesia di dalam meraih kemerdekaan dari para penjajah, yaitu “masa menggalang persatuan” yang diwujudkan dalam suatu ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
– Ramu (Siaga Tingkat 1)
Penggalang Ramu mengkiaskan bahwa pada masa ini seorang Pramuka masih dalam tahap meramu yaitu masa mencari ilmu dan pengetahuan tentang dunia kepramukaan dan masyarakat.
– Rakit (Siaga Tingkat 2)
Penggalang Rakit mengkiaskan bahwa pada masa ini seorang Pramuka harus bisa memilah dan membedakan hal-hal yang ditemui atau dipelajari antara kebaikan dengan keburukan berdasarkan ilmu pengetahuan yang didapatkan sebelumnya.
– Terap (Siaga Tingkat 3)
Penggalang Terap mengkiaskan bahwa pada masa ini seorang Pramuka harus dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya di dalam kehidupan sehari-hari.
Golongan Penegak (Bantara, Laksana)
Nama Penegak diambil dari kiasan dasar yang bersumber pada masa pemuda menegakkan kemerdekaan bangsa Indonesia.
– Bantara (Penegak Tingkat 1)
Penegak Bantara mengandung kiasan kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila. Calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam memimpin.
– Laksana (Penegak Tingkat 2)
Penegak Laksana mengandung kiasan pemimpin muda yang sudah sanggup mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggungjawab yang lebih besar.
Golongan Pandega (Hanya ada 1 tingkatan)
Nama Pandega diambil dari kiasan dasar yang bersumber pada romantika masa pelaksanaan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia setelah memperoleh kedaulatan penuh sebagai bangsa dan negara yang merdeka.
Pada fase ini, seorang Pramuka sudah mulai menurun sifat agresifnya, namun sosialitasnya akan semakin tinggi dan pertimbangan rasionalnya menjadi semakin tajam/matang.
Pramuka Pandega umumnya sangat kreatif, suka berkarya dan selalu ingin menunjukkan eksistensinya, serta telah masanya mencintai lawan jenis (tetapi tetap harus mampu menjaga batasan norma agama dan sosial).
Pangkalan adalah istilah lain untuk Gugusdepan (Gudep), yaitu wadah organik dalam Gerakan Pramuka yang berfungsi untuk menghimpun, membina, dan mendidik anggota Pramuka sebagai peserta didik.
Perindukan Siaga
Perindukan Siaga mengkiaskan tempat anak cucu berkumpul, yaitu kumpulan Pramuka Siaga yang terdiri atas 3-4 Barung.
Barung
Nama Barung mengkiaskan tempat penjaga ramuan bangunan, yaitu sebuah kelompok kecil yang beranggotakan 6-8 anak Pramuka Siaga.
Pimpinan Siaga
– Pemimpin Barung (Pinrung)
dipilih oleh dan dari para anggota barung dengan bantuan Pembina dan Pembantu Pembina Siaga
(nanti akan dipilih lagi secara bergantian)
– Wakil Pemimpin Barung (Wapinrung)
ditunjuk oleh Peimpin Barung dari salah satu anggota barung
– Sulung
sebagai Pemimpin Perindukan Siaga atau Pemimpin Barung Utama yang dipilih dari salah satu Pemimpin Barung
Pasukan Penggalang
Pasukan Penggalang mengkiaskan semangat perjuangan bangsa saat menggalang persatuan, yaitu kumpulan Pramuka Penggalang yang terdiri atas 3-4 Regu.
Regu
Regu adalah kelompok kecil yang terdiri atas 6-8 kumpulan Pramuka Penggalang.
Pimpinan Penggalang
– Pemimpin Regu (Pinru)
dipilih oleh dan dari para anggota regu dengan bantuan Pembina dan Pembantu Pembina Galang
– Wakil Pemimpin Regu (Wapinru)
ditunjuk oleh Peimpin Regu dari salah satu anggota regu
– Pratama
sebagai Pemimpin Pasukan Penggalang yang dipilih dari salah satu Pemimpin Regu
Ambalan Penegak
Ambalan mengkiaskan sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan, yaitu kumpulan dari 3-4 Sangga.
Sangga
Sangga adalah kelompok kecil yang terdiri atas 4-8 kumpulan Pramuka Penegak.
Pimpinan Penegak
– Pemimpin Sangga (Pinsa)
dipilih oleh dan dari para anggota sangga melalui musyawarah
– Wakil Pemimpin Sangga (Wapinsa)
juga dipilih oleh dan dari para anggota sangga melalui musyawarah
– Pradana
sebagai Pemimpin Ambalan Penegak yang dipilih dari salah satu Pemimpin Sangga
Racana Pandega
Racana diambil dari kiasan dasar penyangga tiang bangunan yang dalam bahasa jawa disebut “umpak“. Nama Racana pada umumnya diambil dari nama pahlawan. Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan nama jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama ceritera mitos.
Reka
Reka adalah kelompok kecil yang terdiri atas 2-8 kumpulan Pramuka Pandega.
Pimpinan Pandega
– Pemimpin Reka
dipilih oleh dan dari para anggota sangga melalui musyawarah
– Pradana
sebagai Pemimpin Racana Pandega yang dipilih dari salah satu Pemimpin Reka
– Dewan Racana Pandega
Dewan Pandega dan Dewan Kehormatan